Saturday, May 2, 2015

Setelah Pesta Pernikahanku

Kisah ini bermula dari pesta perkawinanku di tahun 1999. Sebut saja namaku Iwan, aku berumur 27 tahun ketika kisah ini terjadi. Aku menikah dengan pasanganku, sebut saja dia Anita, di sebuah hotel berbintang 5 di kota "Y" (nama kota kusamarkan). Aku ingat ketika pesta berlangsung, undangan begitu banyak yang hadir, suasana begitu meriah. 

Suatu ketika tanpa sengaja mataku menangkap sesosok wanita yang sangat menarik. Wajahnya cantik, rambut disemir sedikit warna pirang sehingga kulitnya yang putih semakin kelihatan mencolok di antara undangan yang lain. Ditunjang dengan bentuk badan yang padat serta proposional dan dibalut pakaian yang seksi, mataku seakan tak bisa lepas darinya. 

Setelah Kepergian Kekasihku

Awalnya, saat Dana (panggilan akrabku kepadanya) yang akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya. Dana memang seorang cewek yang cukup cerdas dan tergolong masih lugu, sangat kontras dengan saya yang hanya memiliki IQ cukup-cukup makan saja dan teman-temanku menyebutku si nakal. Saya berkerja pada sebuah perusahaan BUMN, hubungan kami terjalin saat saya belum bekerja. 

Dana sebenarnya ingin melanjutkan pendidikannya di Yogjakarta, namun karena ayahnya kurang setuju dengan hubungan kami, dengan terpaksa dan akhirnya satu-satunya jalan diambil ayahnya Dana untuk memisahkan kami. Ayahnya menyekolahkannya ke luar negri, yaitu ke Australia.

Setelah 9 Tahun - 1

Masih ingat pengalaman pertamaku dengan pacarku Yati, pada "Kenikmatan Pertama"? Kali ini aku akan melanjutkan cerita nyata kehidupanku selanjutnya. 

Setahun sejak peristiwa 14 November 1994, aku dan Yati masih berhubungan dan banyak menghabiskan waktu dengan pacaran dan menikmati indahnya cinta kami. Banyak sudah pengalaman seks kami mulai dalam kendaraan umum, di rumah temennya, tempat wisata, di hotel dan yang paling sering di rumahnya.
 
Pernah dalam kendaraan umum luar kota, kuremas payudara montok Yati dengan liar, tentunya tidak ada orang yang tahu dan tanganku sampai menyusup ke dalam celana dalamnya, dan yang paling hot adalah dia pernah "karaoke" dengan kontolku dalam bis itu hingga spermaku ditelan habis olehnya. 

Setelah 9 Tahun - 2

Perlahan kembali kujilati bahu dan belakang telinganya, menyusur ke bawah sambil perlahan kubuka pengait BH yang dipakainya, kelihatannya payudaranya yang lebih besar dibandingkan dulu tapi masih kelihatan kencang dan tegak, mungkin karena fitness dan senam yang dilakukannya. 

Tanpa kuremas terlebih dahulu, kujilati sekeliling payudara montok-nya perlahan dengan sapuan lidahku, dari pinggir hingga memasuki ke area tengahnya, sebelum menjilati putingnya, kupindahkan sapuan lidahku ke payudara sebelahnya, kulihat Yati merem melek dan mendesis menikmati jilatanku. 

Service Plus Spg Susu

Pagi itu aku harus lebih bagi ke studio foto Maxi, salah satu studio foto terbesar di kotaku. Ada beberapa foto bencana alam yang harus kucetak untuk dikirim segera kepada Supri, kawan lamaku yang jadi agen berita luar negeri, berbasis di Jakarta. Sudah dua tahun ini, kujalani profesi fotografer freelance untuk Supri. Lumayan juga hasilnya, bisa buat nambah biaya hidupku yang selama ini hanya menggantung nasib sebagai tukang foto panggilan. Maklum peluang kerja dikotaku agak sulit, kendatipun aku sarjana pertanian dengan nilai yang tak jelek-jelek amat. 

Service Plus - 1

Aku memenuhi panggilan untuk service komputer di kantor pelangganku di daerah perumahan mewah. Karena hari sudah menjelang sore dan hari itu adalah sabtu, maka di kantor itu tidak ada lagi orang kecuali seorang sekretaris yang memang ditugaskan untuk menungguku. Dia mengenalkan diri dengan nama Mariska, dan minta dipanggil dengan Kika saja. Namanya lucu, selucu orangnya yang memang berwajah cantik imut-imut, polos tapi terkesan sensual. 

Dandanannya sangat sederhana, yaitu dengan blouse hitam pendek dan rok mini abu-abu serta sepatu tinggi terbuka, namun sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. Apalagi dengan postur tubuhnya yang tinggi dan ramping, makin menampakkan keindahan kakinya yang jenjang.

Service Plus - 2

"Aaah.., auwww..", erang Kika ketika kukecup lembut vaginanya. Aromanya yang khas dan kebersihan vaginanya itu membuatku makin bernafsu menyerang. Erangan Kika semakin kencang dan sering ketika lidahku mulai menyusuri seputar bibir vaginanya. Pinggulnya bergoyang kian kemari merasakan kenikmatan, dan sesekali punggungnya melengkung waktu jilatanku mencapai clitorisnya. 

Tangankupun tak tinggal diam dengan membuka kancing blouse hitamnya sehingga bukit dadanya yang masih berbalut BH tipis itu menyembul ke atas. Langsung saja kutangkupkan tanganku di atasnya sambil meremas-remas lembut kedua bukitnya. Kika meronta-ronta merasakan kedua bagian sensitifnya diservice.